Mungkin kita sering mendengar, beberapa motivator atau
dosen sering mengatakan “ Kalau ingin berhasil dalam mencapai target karir,
maka harus memiliki PASSION yang besar”.
Mungkin pernyataan ini menimbulkan beberapa pertanyaan pada diri. Apakah benar bahwa passion sedahsyat itu ? Bagaimana dengan teman-teman yang kita kenal sudah begitu “ngotot” berusaha untuk mencapai target karir tertentu atau ingin masuk ke perusahaan tertentu tetapi masih belum berhasil. Pada hal, passion mereka 50% lebih tinggi atau bahkan 100% lebih tinggi dari passion kita.
Kalau
teman kita ini saja tidak berhasil dengan passion yang setinggi itu, lalu
bagaimana dengan saudara ? Apakah kita pasti gagal ? Mungkin pernyataan ini menimbulkan beberapa pertanyaan pada diri. Apakah benar bahwa passion sedahsyat itu ? Bagaimana dengan teman-teman yang kita kenal sudah begitu “ngotot” berusaha untuk mencapai target karir tertentu atau ingin masuk ke perusahaan tertentu tetapi masih belum berhasil. Pada hal, passion mereka 50% lebih tinggi atau bahkan 100% lebih tinggi dari passion kita.
Sebelum menyampaikan pendapat penulis tentang unsur-unsur apa saja yang
menentukan keberhasilan seseorang dalam mencapai target karir. Maka penulis
akan menyampaikan makna kata passion itu sendiri. Passion memiliki arti :
strong and barely controllable emotion; an intense enthusiasm for something
(concise oxford english dictionary, 11th Ed)
Secara garis besar ada 2 faktor yang menentukan kemungkinan keberhasilan seseorang dalam mencapai target karir di perusahaan atau saat seseorang akan masuk perusahaan tertentu, yaitu :
1. Faktor Internal
a. Passion/minat
b. Kemampuan mental dasar (potensi/IQ)
c. Kompetensi (teknis dan non teknis/soft)
d. Pengenalan diri (SWOT)
e. Target (tahu arah yang dituju)
f. Kondisi fisik
2. Faktor Eksternal :
a. Ketersediaan target karir/posisi yang dibidik di lingkungan
b. Informasi yang lengkap tentang target karir/posisi
c. Informasi tentang pesaing
d. Tahapan proses seleksi
Secara jumlah saja dapat kita lihat, bahwa passion hanyalah satu dari sekian banyak hal yang berpengaruh terhadap kemungkinan pencapaian target karir atau posisi pada suatu perusahaan tertentu.
Secara internal coba kita telaah kondisi yang hanya mempertimbangkan passion.
Misalkan ada seorang sarjana yang baru lulus kuliah, ingin masuk ke suatu perusahaan tertentu. Atau seorang karyawan yang memiliki passion yang sangat tinggi untuk menjadi seorang Marketing Manager. Mereka tidak memiliki hal lain, atau tidak memperhatikan unsur internal yang lain, selain passion.
Maka bagiyang bersangkutan, apakah mungkin untuk diterima di perusahaan tersebut atau dapat menjadi seorang manager; tetapi tidak memiliki potensi kecerdasan yang memadai, tidak memiliki kompetensi teknikal yang mencukupi, tidak memiliki kemampuan untuk memimpin team (soft competency), tidak mengenal dirinya sendiri, tidak tahu tugas dan tanggung jawab yang akan diemban, dan yang secara fisik tidak mendukung.
Secara garis besar ada 2 faktor yang menentukan kemungkinan keberhasilan seseorang dalam mencapai target karir di perusahaan atau saat seseorang akan masuk perusahaan tertentu, yaitu :
1. Faktor Internal
a. Passion/minat
b. Kemampuan mental dasar (potensi/IQ)
c. Kompetensi (teknis dan non teknis/soft)
d. Pengenalan diri (SWOT)
e. Target (tahu arah yang dituju)
f. Kondisi fisik
2. Faktor Eksternal :
a. Ketersediaan target karir/posisi yang dibidik di lingkungan
b. Informasi yang lengkap tentang target karir/posisi
c. Informasi tentang pesaing
d. Tahapan proses seleksi
Secara jumlah saja dapat kita lihat, bahwa passion hanyalah satu dari sekian banyak hal yang berpengaruh terhadap kemungkinan pencapaian target karir atau posisi pada suatu perusahaan tertentu.
Secara internal coba kita telaah kondisi yang hanya mempertimbangkan passion.
Misalkan ada seorang sarjana yang baru lulus kuliah, ingin masuk ke suatu perusahaan tertentu. Atau seorang karyawan yang memiliki passion yang sangat tinggi untuk menjadi seorang Marketing Manager. Mereka tidak memiliki hal lain, atau tidak memperhatikan unsur internal yang lain, selain passion.
Maka bagiyang bersangkutan, apakah mungkin untuk diterima di perusahaan tersebut atau dapat menjadi seorang manager; tetapi tidak memiliki potensi kecerdasan yang memadai, tidak memiliki kompetensi teknikal yang mencukupi, tidak memiliki kemampuan untuk memimpin team (soft competency), tidak mengenal dirinya sendiri, tidak tahu tugas dan tanggung jawab yang akan diemban, dan yang secara fisik tidak mendukung.
Secara eksternal bagaimana? Apakah yang bersangkutan mengetahui jumlah posisi yang ditawarkan, mengetahui tahapan seleksi dan materi apa saja yang dijadikan sebagai kriteria; Siapa saja yang akan menjadi pesaingnya.
Bisa dibayangkan, bila saudara hanya memiliki passion saja. Maka sangat boleh jadi, keberhasilan tersebut akan sangat jauh dari kenyataan.
Apa yang terjadi bila kita terus bertekun dengan passion tersebut tanpa mempertimbangkan faktor lainnya? Bisa jadi kita menjadi frustasi. Karena banyak kegagalan yang dialami. Disamping ybs sangat boleh jadi mengalami banyak kerugian di waktu, tenaga dan bukan tidak mungkin juga rugi biaya/dana.
Sehingga menurut saya, passion saja tidak cukup. Yang terutama adalah kenali kondisi internal dan eksternal secara baik. Tetapkan target karir secara obyektif. Memang ada pepatah yang mengatakan “taruhlah cita-citamu setinggi bintang di langit”. Memang tidak salah memiliki cita-cita tinggi, tetapi taruhlah cita-cita saudara pada bintang yang masih mungkin saudara jangkau. Bila terlalu jauh dan tidak mungkin dijangkau. Maka cita-cita tersebut, dikawatirkan hanya akan menjadi angan-angan.
Sedangkan waktu terus berjalan, usia kita semakin bertambah dan kesempatan (realistis) yang lewat di depan kita belum tentu akan berulang.
Artikel oleh : Wie Tjung Sudarma (Recruitment And Assessment PT. Astra International Tbk.


04.04
cikarangweb

0 komentar:
Posting Komentar